Cut Dini Syahrani

Saat suara tak lagi didengar, menulislah

  • Home
  • Cerita
  • Fiksi
  • Puisi
  • Publikasi
  • Contact Us
    • Facebook
    • Instagram

Dini hari kemarin, karena insomnia menyerang, aku iseng buka file foto-foto HoR jaman kuliah. Jaman masih lugu, polos, muka masih pake bedak baby. Belum kenal lipstick, bedak kompek, eyeliner, pensil alis apalagi. Masih natural sekali. Kalau saat itu ada yang suka sama kami, pantas untuk dipertahanin karena dia suka bukan dari wajah dempul. Tapi pada kenyataannya saat itupun tak ada yang suka sama kami. Ini harus nangis apa ketawa sih.

Salah satu foto yang menarik perhatian adalah yang ini. Kita berpose di samping Lab dengan masih menggunakan baju Lab. Kalau tidak salah ingat, hari itu hari terakhir pertemuan praktikum di Lab Kimia Dasar, Lab para harimau kami menyebutnya. Mohon maaf untuk kakak dan abang asisten, tapi memang praktikum di Lab Kimia Dasar adalah Lab paling mengerikan di antara praktikum Mata Kuliah (MK) lainnya. Kakak dan abang asisten disini hobinya marah, teriak-teriak, kami takut. Jadi karena hari itu segala kegiatan di Lab Kimia Dasar sudah selesai, kami pun mensyukuri dengan berfoto bersama seperti ini.

Kuliah, menjadi mahasiswa di Mipa Matematika adalah hal yang paling kami syukuri. Banyak hal-hal menarik yang bakal kangen kalau diingat-ingat. Contohnya ya praktikum di Lab Dasar ini. Jadi, kami mahasiswa MIPA apapun jurusannya diwajibkan mengambil MK Dasar, seperti Biologi Dasar, Kimia Dasar, Fisika Dasar dan Matematika Dasar. Disemua MK ini, kecuali Matematika Dasar, selain ada teori di kelas, juga ada praktikum di Laboratorium. Walau sebenarnya praktikum ini hanya sebagai pendamping MK, tapi sejujurnya inilah yang banyak menyita waktu. Mahasiswa digenjot untuk bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

Sebelum masuk praktikum, kami harus menguasai materi yang akan di praktikumkan. Di awal pertemuan kami bakal dikasih respon, semacam soal-soal yang berhubungan dengan materi hari tersebut. Setelah itu, kakak dan abang asisten akan memeriksa jawaban para praktikan. Jika ada yang mendapat nilai dibawah 70, maka praktikan tersebut tidak bisa mengikuti praktikum. Mereka yang mendapat nilai dibawah 70 diharuskan keluar Lab dulu, baca materi lagi, lalu masuk lagi untuk diberi respon remedial. Selama praktikum kita harus benar-benar memperhatikan, karena usai praktikum nanti, kita diwajibkan membuat laporan yang mirip kayak mininya skripsi. Ada dasar teori  dan kesimpulannya juga. Kami harus sering-sering mengunjungi perpustakaan untuk mencari literatur materi praktikum yang berkaitan. Setelah laporan praktikum selesai, kita belajar lagi untuk persiapan respon praktikum minggu depannya. Oke, ini baru satu Lab dasar, bayangkan kami mengikuti tiga praktikum setiap minggunya.

Setiap Lab dasar memiliki standar yang berbeda-beda. Di Lab Biologi Dasar, kami harus mempersiapkan preparat, bahan yang akan diteliti. Preparat inipun macam-macam. Bisa toge, bawang, kentang, daun adam hawa, ikan mujair, bekicot hingga cacing. Ya apapun yang sudah ditetapkan di modul untuk keperluan praktikum. Bayangin aja kalau kami lupa menanam kacang hijau supaya bisa jadi toge untuk praktikum minggu depannya. Atau lupa merendam bawang dengan air supaya tumbuh akar-akar yang akan jadi preparat praktikum seminggu lagi. Selesai lah. Ngak ada harapan lagi bisa ikut praktikum kalau tidak bawa preparat yang diminta. Tapi untungnya, kakak dan abang asisten di Lab Biologi Dasar ini baik-baik, buat kami nyaman belajarnya.

Lain Biologi Dasar, lain lagi Fisika Dasar. Walau tidak harus membawa preparat, di Lab ini kita diwajibkan membuat laporan praktikum dengan cara diketik. Ya, diketik pakai mesin ketik. Alasannya logis sih, membudayakan anti copas. Cuma di jaman laptop sudah menjamur, mesin ketik makin kehilangan esistensinya. Untunglah Pak Camat dan Pak Lurah masih menggunakan alat ini. Mereka berbaik hati meminjamkannya.  Di Lab Fisika Dasar ini, jika tidak siap mengerjakan laporan praktikum minggu lalu, maka kita tidak bisa ikut praktikum minggu depannya. Belum lagi salah satu asistennya yang baik banget, bakal ngembaliin laporan praktikum kami jika banyak stip-x-nya. Itu berarti, di minggu depannya kami harus mengumpulkan dua laporan praktikum yang diketik pakai mesin ketik. Baik sekali beliau.

Untuk Lab Kimia dasar tidak terlalu berkesanlah, sama seperti Lab dasar lainnya. Ada respon dan laporan paktikumnya juga. Hanya saja, kami diwajibkan membawa alat-alat seperti tabung reaksi, sarung tangan, kacamata dan lain-lain. Jika kami lupa membawa salah satunya, sudahlah tak ada tiket untuk ikut praktikum. 

Kesibukan dengan praktikum ini benar-benar menyita waktu. Belum lagi teori di kelas yang dosennya bakal tiba-tiba ngasih kuis.  Jadi setiap hari kerjaan kami ngak ada lain selain belajar. Di Mushala bahas midterm, di tempat makan bahas laporan praktikum. Belum lagi tugas pemograman yang masih asing dengan dunia kami. Sibuk sekali, ngak sempat mikir lain selain belajar, tugas dan makan. Makanya saya sempat heran sama yang pacaran pas lagi kuliah itu kok masih sanggup ya mikirnya. Padahal mah saya iri karena ngak punya. Tapi uniknya, kuliah itu pas lagi dijalainin pinginnya cepat-cepat berakhir. Pas udah selesai jadinya kangen.


Begitulah sedikit kisah kami semasa kuliah. Inilah kami, genk HoR yang sedikit famous di MIPA Matematika. Kami yang selalu gila biar ngak stress. Tetap tertawa walaupun harus remedial. Karena kami saling menguatkan. 


Senyum merupakan salah satu bahasa tubuh yang digunakan manusia dalam berinteraksi. Kemampuan tersenyum merupakan anugerah terbesar bagi manusia sebagai satu-satunya makhluk di muka bumi yang dapat tersenyum. Senyum didefinisikan sebagai ekspresi wajah yang dibentuk oleh terikan otot terutama otot di kedua ujung bibir. Sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi menjadi lebih positif. Wajah yang tersenyum dapat membuatnya terlihat lebih menarik.

Saat tersenyum, otak mengeluarkan serotonin yang berguna untuk meningkatkan system kekebalan tubuh. Serotonin dikenal dengan hormon kebahagiaan. Sekitar 80 persen dari keseluruhan total serotonin di dalam tubuh manusia terdapat pada sel enterochromaffin di usus yang berfungsi untuk mengatur gerakan usus. Sisanya sekitar 20 persen disintesis dalam neuron serotonik pada system saraf pusat yang berfungsi untuk mengatur suasana hati, nafsu makan, tidur, serta kontraksi otot. Kelebihan serotonin bisa menyebabkan kegelisahan, kebingungan, peningkatan denyut jantung, serta kehilangan koordinasi otot. Kekurangan serotonin dapat menyebabkan kecemasan, phobia,  gangguan tidur, dan sakit kepala.
Setiap orang memiliki cara tersenyum masing-masing. Senyum tidak selalu identik dengan bibir sebab senyum adalah ekspresi wajah secara keseluruhan. Berbeda cara menegakkan wajah, cara memicingkan mata, cara menarik bibir, maka berbeda pula makna dari senyuman tersebut. Selain senyum yang menggambarkan perasaan senang, ada pula senyum kecut yaitu senyum yang mengindikasikan perasaan khawatir dan sedih. Kita dapat mengenali perasaan dan isi hati seseorang dengan senyuman.

  • Duchenne Smile
Istilah senyum ini digunakan untuk menggambarkan senyum bahagia. Senyuman ini dihasilkan dari emosi yang murni. Duchenne smile ditandai dengan ekspresi mulut, mata, dan hati secara bersamaan sehingga menghasilkan garis melengkung di bibir dan keriput di ujung mata.
  • Fake Smile
Istilah ini adalah kebalikan dari duchenne smile. Senyuman ini diartikan dengan senyuman palsu yang menunjukkan  kepura-puraan. Fake smile digunakan saat kita sedang terpuruk akibat suatu keadaan, tapi berpura-pura tegar dengan melempar senyuman di hadapan orang lain. Senyuman tipe ini sering digunakan ketika sedang tersenyum di depan kamera.
  • Uncomfortable Smile
Istilah uncomfortable smile adalah senyuman yang menunjukkan perasaan tidak enak. Senyuman ini untuk menutupi perasaan ketidaknyamanan yang bisa saja hadir dari suatu keadaan atau merasa tersinggung dengan perkataan orang lain yang tidak pantas.
Tidak mudah membedakan duchenne smile dengan fake smile. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada jumlah simetri di wajah. Fake smile jauh lebih tidak seimbang dibandingkan duchenne smile. Senyum yang sengaja ditahan lebih lama sekitar 1-2 detik lebih lama daripada senyum bahagia, tapi ini hanya berdasarkan kajian-kajian popular saja.
Menurut Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi. salah satu pengajar di prodi Psikologi Kedokteran Unsyiah, mengatakan bahwa secara ilmiah senyum merupakan ekspresi emosi yang sedang dirasakan oleh individu terutama emosi positif. Senyum memiliki efek positif bagi individu yang bersangkutan dan bagi lawan bicaranya. Secara umum seseorang tersenyum ketika mengekspresikan perasaan tenang dan senang. Ada orang yang mudah tersenyum, ada pula yang memerlukan proses yang lama untuk dapat tersenyum.
Banyak hal yang memengaruhi bagaimana ekspresi senyum itu dengan mudah untuk diperlihatkan. Hal itu tergantung pada pola pengasuhan, kepribadian, lingkungan, budaya bahkan tuntutan pekerjaan. Ketika berinteraksi dengan orang lain, kita bisa melihat ekspresi verbal dan  nonverbal. Bagaimana seseorang di hadapan kita memperlihatkan bahasa tubuhnya, ekspresi wajahnya dan kontak matanya. Kita dapat mengetahui apa yang mungkin sedang dirasakan oleh lawan bicara kita. Bisa saja dia menyukai berbicara dengan kita, atau sebaliknya, dia merasa tidak nyaman.
Melemparkan senyuman tulus kepada orang lain juga dapat menularkan keceriaan. Senyuman juga mampu menenangkan kegelisahan. Bertemu seseorang dengan wajah tersenyum bisa membuat kita merasa lebih nyaman. Dalam ajaran agama pun senyum sangat dianjurkan sebab bernilai ibadah.


Editor : Ferhat
Dipublikasikan di Warta Unsyiah Edisi April 2016, pada Rubrik Saintek 


Alunan dentingan piano yang singkat itu kembali mengisi kekosongan malam.  Suaranya begitu nyaring dan mampu membangunkan bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya. Itu sering terjadi setiap malam. Entah siapa yang memainkannya. Kami sekeluarga pun tidak  tahu.
Rumah yang baru kami tempati ini memang agak sedikit aneh. Bahkan para tetangga pun sering bertanya mengapa kami mau duduk di rumah yang angker ini.  Awalnya aku biasa saja. Memang sekilas terlihat angker,namun aku sangat menyukai arsitektur rumah ini. Dengan ukiran yang berbau mesir yang dapat dijumpai hampir di setiap sudut rumah. Lagipula aku bukan tipe penakut apalagi kalau harus takut dengan hal-hal semacam itu.



Tepat 6 tahun silam, aku menuliskan kata-kata ini. Ungkapan dari dalam hati anak umur 19 tahun. Setelah selesai menuliskannya, aku pun bingung bagaimana cara memberikan pada mamak. Hampir tak pernah dalam kehidupan kami dilalui dengan kata-kata romantis, jadi masih sangat gengsi. Akhirnya dengan sedikit keberanian, aku menulisnya di secarik kertas dan memasukkan ke dalam sebuah amplop. Saat akan minta izin berangkat ke kampus, dengan malu-malu aku berikan ke tangan mamak dan langsung buru-buru keluar rumah. 

Gampong Pande, kawasan yang menjadi titik nol Banda Aceh ini merupakan sebuah perkampungan di kecamatan Kutaraja, Banda Aceh yang menyimpan sejarah Kerajaan Aceh. Beberapa peninggalan sejarah yang masih terawat hingga kini sangat menarik untuk ditelaah. Salah satu peninggalan tersebut adalah tiga komplek pemakaman kuno yang terletak di tengah-tengah kampung dan telah dijadikan lokasi wisata sejarah. Kampung ini sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menapak tilas sejarah kerjaan Aceh.

Gampong Pande merupakan kampung tertua di Banda Aceh. Seorang ahli sejarah, Adian Yahya, menceritakan bahwa cikal bakal berdirinya kerajaan Aceh berawal di gampong Pande. Beliau pun meyakini bahwa Gampong Pande sudah ada sejak zaman Nabi Sulaiman as. Penyebaran Islam di Aceh dimulai pada tahun 674 M. Sultan Aceh pertama adalah Sultan Abdul Aziz Johan Syah yang memerintah di tahun 1205.

Pande yang dalam bahasa Indonesia berarti ahli. Dinamakan Gampong Pande, karena di daerah ini dulu banyak terdapat orang-orang yang ahli. Mereka ahli dalam membuat pedang, koin, dirham dan lainnya. Artefak dan peninggalan-peninggalan disana membuktikan bahwa mereka juga memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu, Aceh terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar. Kegiatan perdagangan tersebut dilakukan di Gampong Pande sehingga kawasan ini terkenal sebagai pusat industri dan perdagangan yang strategis. 

Hal inilah yang membuat komunitas Kota Tanyoe mengadakan kegiatan Wet Wet Gampong untuk memburu sejarah Kerajaan Aceh di kampung tersebut. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 5 November 2016 tersebut melibatkan puluhan peserta yang memiliki latar belakang berbeda. Kami diberi kesempatan untuk melihat Gampong Pande lebih dekat, mulai dari sejarah, peninggalan serta keramahan warga kampung tersebut.

Pemburuan kami diawali dengan mengunjungi komplek makam Tuan Di Kandang. Makam Tuan Di kandang berada di tengah-tengah puluhan nisan lainnya yang mengelilingi. Nisan-nisan kuno dengan ciri khas ukiran kaligrafi yang bertuliskan lafaz al-quran tersebut masih berdiri kokoh walau umurnya sudah ratusan tahun. Raja yang memiliki nama asli Mahmud Abi Abdullah Syech Abdur Rauf Baghdadi ini adalah seorang ulama yang berasal dari Baghdad. Beliau terkenal sebagai sosok panutan yang jujur dan taat beribadah yang membawa ajaran agama islam ke Aceh. Nama Tuan Di Kandang diabadikan oleh warga setempat menjadi nama sebuah Mesjid yang letaknya tak jauh dari Makan Ulama tersebut. Komplek pemakaman ini sudah dipugar sebagai cagar budaya oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh.

Keluar dari komplek makam Tuan Di Kandang, kami melangkahkan kaki mengikuti instruksi panitia. Panas terik tak terlalu mengganggu karena suasana masih teduh. Banyak dahan-dahan pohon besar yang melindungi langkah kami. Adian Yahya juga berkisah, bahwa kampung ini sebelum tsunami adalah kawasan yang tandus. Namun musibah itu menjadi berkah tersendiri, karena setelah peristiwa yang cukup memilukan tersebut, gampong pande menjelma menjadi kawasan yang rindang. Tanah yang subur menjadikan pohon-pohon tetap kokoh berdiri.

Setelah berjalan sekitar 10 meter, kami berhenti di sebuah semak-semak. Pak Adian menunjukkan ke arah semak tersebut, sambil berkata,” Disana terdapat dua buah sumur, sayang tak terurus.”  Mata kami kesulitan menemukan tempat yang dimaksud, karena kawasan tersebut ditumbuhi rumput-rumput liar yang tingginya hampir satu meter. Tak berlama-lama disana, kami memulai kembali perjalanan. Tanpa terasa kami sampai di suatu tempat. Dihadapan kami terhampar tambak-tambak dengan tumbuhan bakau dan nipah yang berjejer di pinggirnya.

Sekilas, tambak ini terlihat biasa saja. Sampai Pak Adian meminta kami untuk jongkok dan melihat apa yang di dalam tambak. Sedikit terkejut, karena ternyata banyak nisan-nisan kuno tak beraturan di sana. Itu menandakan terdapat banyak makam disana, makam yang digenangi air keruh tambak. Sekilas menatap wajah pak Adian Yahya, mata beliau sedikit berkaca-kaca. Beliau menuturkan bahwa belum ada yang peduli untuk merawat situs sejarah ini. Mungkin kampung yang menjadi awal dari penyebaran agama Islam di Aceh ini tidak ada yang mengetahui sampai sebuah peristiwa menggegerkan terjadi. Peristiwa ini berawal dari seorang pencari tiram yang menemukan koin emas berukiran bahasa arab dikawasan kampung tersebut di Bulan November tahun 2013 silam. Sontak, kabar penemuan tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong pergi ke lokasi karena jumlahnya yang sangat banyak. Bukan hanya koin, warga juga menemukan dua buah pedang kuno disekitar lokasi yang sama. Hal tersebut membuat Gampong Pande mulai menjadi perhatian.

Setelah melewati tambak yang terdapat makam kuno tersebut, kami berbelok ke kiri untuk menuju komplek makan putroe ijo (putri hijau). Komplek pemakaman ini tidak terlau luas, namun  kondisi lebih baik. Komplek pemakaman Putroe Ijo ini sudah berpagar besi dengan susunan nisan yang teratur. Tak jauh dari Komplek pemakaman Putroe Ijo, terdapat komplek pemakaman lain yang  mirip dengan komplek pemakaman Putroe Ijo. Menurut Pak Adian, kedua komplek pemakaman ini sebenarnya bersambung. Namun anehnya, diantara dua komplek tersebut terdapat rumah-rumah warga.

Saat peristiwa Tsunami yang melanda Aceh 2014 silam, nisan-nisan kuno peninggalan Kerajaan Aceh di kampung ini terpencar dibawa arus Tsunami. Pak Adian mencoba memetakan kembali nisan-nisan tersebut seperti semula berdasarkan arsip-arsip seperti foto-foto yang masih tertinggal. Nisan yang terdapat di pemakaman kuno ini memiliki corak yang serupa. Kini, komplek pemakaman kuno ini pun sudah dipugar sebagai cagar budaya oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh.

Membahas Sejarah Aceh tak kan pernah ada habisnya. Banyak sekali hal-hal menarik yang dapat kita teladani dari pelaku-pelaku sejarah tersebut. Gampong Pande hanya salah satu dari banyaknya saksi bisu sejarah aceh. Menjaga dan merawat situs sejarah adalah tugas kita bersama. 


Apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata ‘guru’? pengajar, pendidik, pengabdian, pintar, kasih sayang, killer, tegas. Yap, menjadi guru adalah tentang tanggungjawab. Guru merupakan profesi mulia, pantas sangat dicita-citakan tak terkecuali saya. Sayangnya takdir tak berpihak kepada saya untuk dapat menuntut ilmu di jurusan keguruan.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Pengagum laut | Pecinta Biru | Berhobi Makan | Bercita-cita Kurus

POPULAR POSTS

  • several events each year
  • Saya SYAHRANI bukan SYAHRINI
  • ALL is Well
  • Mengenali Perasaan Lewat Senyuman

RECENT POST

  • ▼  2017 ( 6 )
    • ▼  Agustus ( 1 )
      • ALL is Well
    • ►  April ( 2 )
    • ►  Februari ( 1 )
    • ►  Januari ( 2 )
  • ►  2016 ( 5 )
    • ►  Desember ( 5 )
  • ►  2014 ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
  • ►  2013 ( 5 )
    • ►  Desember ( 2 )
    • ►  Oktober ( 1 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
  • ►  2012 ( 8 )
    • ►  November ( 2 )
    • ►  Oktober ( 1 )
    • ►  Juni ( 1 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  April ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
    • ►  Januari ( 1 )
  • ►  2011 ( 12 )
    • ►  Desember ( 1 )
    • ►  Agustus ( 1 )
    • ►  Juni ( 2 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  April ( 2 )
    • ►  Maret ( 2 )
    • ►  Februari ( 2 )
    • ►  Januari ( 1 )
  • ►  2010 ( 2 )
    • ►  Desember ( 2 )

Categories

  • Cerita 28
  • Fiksi 3
  • Publikasi 7
  • Puisi 5
cutdin. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Teman

  • Muarrief Rahmat
  • Bachnar Jr.
  • Narasi Kearifan
  • Aula Andika Fikrullah Albalad
  • Ferhat Muchtar - Catatan Seru!

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Cut Dini Syahrani. Created by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates