Cut Dini Syahrani

Saat suara tak lagi didengar, menulislah

  • Home
  • Cerita
  • Fiksi
  • Puisi
  • Publikasi
  • Contact Us
    • Facebook
    • Instagram
1st
Tanggal 9 Agustus 1991 aku terlahir ke dunia. Alhamdulillah,,aku terlahir sebagai bayi mungil yang memiliki orang tua yang lengkap, seorang kakak dan seorang abang..

2nd
Mulai belajar bicara dan merangkak. Hanya itu,,selebihnya aku tak ingat…:(

3th
Sudah bisa ngomong walau ceplas-ceplos. Seingat saya juga sering dibohongi sama kakak n abang. :(
pixabay.com


Tahun pertama menginjakkan kaki di kampus ini. Tahun pertama??? sepertinya terlalu berlebihan. Saat-saat pertama menjadi mahasiswi baru di kampus ini. Bangunan sederhana yang jauh dari kata mewah dan angkuh. Berlantai satu namun terlihat teduh dengan pohon besar gagah tertancap di bagian depan bangunan. Daun dan rantingnya hampir menutupi ¾ dari halaman kampus ini. Sangat jelas berbeda dengan bangunan di fakultas lain yang masih satu Universitas.

Dengan perasaan gugup menjadi mahasiswi baru, mencoba melangkahkan kaki menusuri kampus kami tercinta ini. Ingin sekali berjalan sambil menunduk namun mata tak kuasa menatap setiap senyuman dari orang-orang yang kebetulan berpapasan. Kakak-kakak dengan kerudung yang lebar, mengenakan rok dan tas samping sambil memegang buku. Ada yang kerudungnya tidak terlalu lebar namun tetap dengan baju yang sopan. Ujung kerudung disematkan ke bahu dengan menggunakan bros berbentuk bunga mawar. Dengan sedikit pelembab bibir yang kadang terlihat sedikit menor namun tetap tersenyum setiap berpapasan dengan sesama. Abang-abang mengenakan kemeja lengan pendek dan celana kain. Ada yang memakai kaos namun berkerah yang dipadukan dengan celana jeans panjang hingga menutup kaki hingga sepatu. Tas ransel tergantung pada kedua bahu. Ada yang tasnya gendut adanya juga yang ramping seperti tak ada isi.

Jum’at, 24 Juni 2011
Hari ini harusnya aku masuk kerja full satu hari. Soalnya ada beberapa hari yang lalu aku ngak masuk karena ada sedikit urusan (sok sibuk gitu…:p). Tepat jam 8.16 aku sampai di tempat kerja dan di sambut oleh kak Lili yang hari itu bertugas sebagai UVO (Unit Front Office). Aku memulai kerja hari ini dengan menempel-nempel potongan kertas di bagian punggung buku. Setelah berjalan beberapa menit, pekerjaan terhenti oleh sapaan Kak Nani, Bos ku di perpustakaan. “Dek, temenin kakak ke kampus ya…kakak ada perlu”. “Iya kak..”

Tak lama kemudian, kami pun menyusuri jalanan menuju Darussalam. Panas yang sedikit menyengat namun masih tampak mendung di ujung gunung sana. Memang sudah beberapa minggu belakangan ini cuaca di aceh aneh. Tak jauh berbeda dengan orang-orang yang tinggal di wilayah ini. Aneh dan terlalu cepat terpancing emosi. Di jalan banyak ku temukan berbagai kendaraan yang bagiku tak secantik VW combi (kesan penggemar VW combi). Namun proyek drainase juga tak kalah menarik perhatian. Debu-debu yang berasal dari hasil galian drainase bergerombolan menyerbu setiap kendaraan yang melintas.

Sekitar 30 menit sudah kami di atas karisma biru kesayanganku. Akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebuah rumah yang disewa sementara untuk dijadikan kantor dekanan Kampus IAIN-ARANIRY Fakultas ADAB. Kak Nani adalah Mahasiswi di sini. Pemandangan yang masih sangat2 asing bagiku. Sebuah rumah disulap menjadi kantor dekanan. Aku masuk ke rumah tersebut dengan ragu-ragu. Maklum, masih dikawasan baru. Selama Kak Nani masih mengurusi keperluannya disana, Aku hanya berdiri dengan wajah yang beda-beda tipis dengan orang sangak…hehhehe

Tapi sebenarnya ada sesuatu yang melanda hatiku saat itu. Sesuatu yang sangat menyesakkan, bergulung-gulung mengikat perasaan. Aku rindu. Ya rindu dengan seseorang. Seseorang yang seharusnya menjadi special dalam kehidupanku. Sosok yang kadang mengecewakan namun terlalu sering berbagi kebahagiaan untukku, adik perempuan satu-satunya yang ia miliki.

Dulu saat ia masih single, ia sering mengajakku ke tempat-tempat asing. Makan es krim di café yang beru aja di buka. Kadang pergi ke sekolahnya atau ke kampus saat dia sudah jadi mahasiswi. Aku rindu saat-saat itu. Namun aku bukan ingin menyalahi dia yang sudah married. Tapi aku sangat menyesali kesombonganku yang tidak menikmati saat-saat seperti itu. Kakak,,,,,uni kangen….:(


         Mengunjungi pantai ulee-lheu menjadi rutinitasku beberapa hari ini. Ntah mengapa semenjak kejadian itu, aku ingin sekali menghabiskan hari di pantai ini. Sambil berdiri di pinggir pantai dan memandang jauh ke arah laut. Air laut yang biru seolah menarik perhatianku hingga mataku tak mampu berpaling darinya.

          Hembusan angin pantai menerpa tubuh dengan lembut dan memainkan ujung jelbab biruku. Bau asin semakin menusuk. Semakin sore hawa di pinggir pantai semakin dingin. Namun aku hanya menikmati ini seorang diri. Memang, setelah peristiwa naas yang menelan korban hampir 100 orang itu tlah membuat trauma tersendiri bagi masyarakat Aceh. Mereka enggan ke pantai karena khawatir kalau sewaktu-waktu air yang tenang ini berubah menjadi ganas dan kembali memisahkan mereka dan keluarganya. Beberapa hari yang lalu bumi Aceh kembali geger dengan berita tenggelamnya kapal feri yang ditumpangi hampir 100 orang. Sampai sekarang tim SAR masih melakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh anggotanya yang ada di Banda.

        “Welcome to your new life”. Kalimat ini seolah muncul begitu saja saat aku memarkirkan karisma biru di halaman depan bangunan itu. Tempat yang akan menjadi rumah ketiga ku setelah rumah orang tuaku dan kampus. Dengan penuh gugup aku melangkahkan kaki ke dalam bangunan. Kehadiranku disapa oleh 2 orang kakak yang duduk di meja depan. Aku menyimpulkan mereka adalah Front Office. “Kak, yang namanya kak Rani yang mana ya kak?”, dengan senyum yang dibuat-buat aku memberanikan untuk bertanya. “Oh naik aja ke atas dek, beliau ada di atas,” jawab salah seorang kakak tadi. “Oh di atas, maksih banyak ya kak”, jawab ku sambil berjalan menuju tangga.
        Saat kakiku menginjak anak tangga pertama, jantungku berdetak cepat. Aku tak bisa menyembunyikan kegugupanku. Segera kulantunkan Basmallah dalam hati. Berharap Allah memudahkan jalanku. Hari ini aku harus mengikuti interview sebelum benar-benar di terima menjadi pustakawan di tempat ini.

        Tak terasa, aku telah berdiri tepat di depan meja orang yang aku cari, Kak Rani. Saat itu beliau sedang menerima telepon. Ia memberi isyarat untuk duduk dan menunggu sebentar. Sekitar 5 menit aku menunggu, akhirnya kak Rani menyapaku. “Oh ini yang namanya Cut Dini”, sapa kak Rani sambil duduk di belakang mejanya. 

        Dan aku mulai disuguhi beberapa pertanyaan dengan sekali-kali beliau menjelaskan peraturan disini. Aku menjawab seadanya dan cuma angguk-angguk mendengar peraturan yang dijelaskan. Namun interview kali ini sangat berbeda dengan yang biasa aku ikuti. Lebih nyaman dan banyak tertawanya. Dengan jurus humor yang dikeluarkan kak Rani mampu mencairkan suasana. Dan aku sudah merasa sangat dekat dengan beliau. Aku sangat salut dengan orang-orang yang mampu membawa diri seperti beliau. Rasanya nyaman sekali bila dekat dengan beliau.

        Akhirnya sampai ke pertanyaan terakhir. “Icut kenapa mau kerja, apa orang tua tau?”, tanya kak Rani sambil terus memegang handphonenya. Hmm…pertanyaan yang aku sendiri tak tahu apa jawabannya. Aku memang sempat meminta izin dengan Ayah dan Mamak. Namun dengan berat mereka mengizinkan dengan memberiku satu teguran ringan namun sangat bermakna . “Kamu kerja untuk mencari pengalaman, bukan mencari uang, karna masalah uang itu tanggung jawab Ayah”, kalimat inilah yang selalu Ayah lontarkan ketika ku meminta izin untuk mencari kerja. 

        Tak terasa interview berjalan sekitar 45 menit. Ditengah-tengah interview tadi kak Rani harus menerima telepon dari orang yang sangat penting, jadi terhenti beberapa menit. “Besok icut udah bisa mulai kerja, tapi hari ini silahkan liat-liat dulu bukunya”, tutur kak rani mengakhiri paket interview hari ini. “Iya kak makasih banyak, icut liat-liat dulu ya kak”, jawabku sambil meninggalkan kak Rani.
        Beberapa lemari bukunya terkunci, jadi aku hanya bisa memandangi buku-buku itu dari luar lemari. Sengaja dikunci agar tidak ada yang meminjam atau memindah-mindahkan, karena buku-buku di pustaka tersebut harus didata ulang. Namun aku sangat tergiur untuk membacanya satu persatu. Rasanya buku-buku itu mencoba menggodaku dari dalam lemari. “Ayo cut, baca kami, isinya bagus-bagus lho”, seolah godaan buku-buku itu.

        Alhamdulillah. Aku sangat senang bisa menjadi pustakawan di pustaka kecil ini. Aku rasa ini memang pekerjaan yang sangat cocok untukku. Aku sangat tertarik dengan buku. Walau belum jelas aku mau baca atau tidak. Tapi tak masalah, tertarik dengan buku saja itu sudah bagus. Mungkin akan memotivasi untuk tertarik dengan membaca atau bahkan keluarin buku karangan sendiri,,,hehhe (mimpi).

        Akhirnya hari-hariku kini disibukkan dengan potongan-potongan kertas, yang akan ditempel diluar buku-buku itu sebagai kode pustaka. Tidak lupa melabuhkan stempel di lembaran-lembaran yang ditentukan. Benar-benar ilmu perpustakaan yang menarik. Ini semua di ajarkan oleh kak Novi, pustakawan yang bekerja disini juga dan kuliah di jurusan Perpustakaan. Semoga saja aku nyaman dengan lingkungan dan pekerjaan baru ini. Walau aku akui, aku sedikit kelelahan karena harus bolak-balik kampus-pustaka yang jaraknya lumayan. Aku membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke sini.Tapi tak masalah. Karna bukan kerja namanya kalau tidak capek. ^_^

Note: nama disamarkan,,,:p


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Pengagum laut | Pecinta Biru | Berhobi Makan | Bercita-cita Kurus

POPULAR POSTS

  • several events each year
  • Saya SYAHRANI bukan SYAHRINI
  • Mengenali Perasaan Lewat Senyuman
  • ALL is Well

RECENT POST

  • ▼  2017 ( 6 )
    • ▼  Agustus ( 1 )
      • ALL is Well
    • ►  April ( 2 )
    • ►  Februari ( 1 )
    • ►  Januari ( 2 )
  • ►  2016 ( 5 )
    • ►  Desember ( 5 )
  • ►  2014 ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
  • ►  2013 ( 5 )
    • ►  Desember ( 2 )
    • ►  Oktober ( 1 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
  • ►  2012 ( 8 )
    • ►  November ( 2 )
    • ►  Oktober ( 1 )
    • ►  Juni ( 1 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  April ( 1 )
    • ►  Maret ( 1 )
    • ►  Januari ( 1 )
  • ►  2011 ( 12 )
    • ►  Desember ( 1 )
    • ►  Agustus ( 1 )
    • ►  Juni ( 2 )
    • ►  Mei ( 1 )
    • ►  April ( 2 )
    • ►  Maret ( 2 )
    • ►  Februari ( 2 )
    • ►  Januari ( 1 )
  • ►  2010 ( 2 )
    • ►  Desember ( 2 )

Categories

  • Cerita 28
  • Fiksi 3
  • Publikasi 7
  • Puisi 5
cutdin. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Teman

  • Muarrief Rahmat
  • Bachnar Jr.
  • Narasi Kearifan
  • Aula Andika Fikrullah Albalad
  • Ferhat Muchtar - Catatan Seru!

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Cut Dini Syahrani. Created by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates